saat terbangun dengan pusing di kepalaku, aku melihat satu bingkai foto keluarga 'ntah siapa aku hanya terdiam hingga hilangnya pusingku ini. di sudut sana terdengar bisikan seseorang yang bicara, hingga aku terlelap kembali dalam mimpiku.
cahaya putih di belakang pintu sepertinya jalan menuju surga. aku masih menatap pintu itu dengan pikiran yang rumit, satu tangan yang memegang pundakku,
"cepatlah pergi...??!!"teriakan itu.
suara laki-laki tua yang menuju arah pintu yang ber cahaya, dengan reflek aku pun bergegas hingga sedikit demi sedikit pintu yang bercahaya tertutup.
dengan keadan lemas aku berusaha bangkit dari tempat tidur ini, hingga ku lihat jendela yang mengarahkan pada satu sudut kota, kota dimana aku tak pernah melihatnya. aku arah kan tubuh ini kesudut sisi lain, aku lihat foto anak kecil yang tersenyum gembira dengan pelukan kedua orangtuanya dan aku melihat di sekililing kamar yang di penuhi dengan barang-barang antik. aku mendengar seseorang yang menuju pintu kamarku dengan pelan aku berada di samping pintu, dengan sekejap mata ketika pintu terbuka dan orang tersebut masuk dengan alinya aku kunci tubuh orang itu hingga tidak bisa bergerak dengan satu gunting yang ku temukan di meja, aku hunuskan tajamnya gunting itu ke bagia leher...........to be continu
cahaya putih di belakang pintu sepertinya jalan menuju surga. aku masih menatap pintu itu dengan pikiran yang rumit, satu tangan yang memegang pundakku,
"cepatlah pergi...??!!"teriakan itu.
suara laki-laki tua yang menuju arah pintu yang ber cahaya, dengan reflek aku pun bergegas hingga sedikit demi sedikit pintu yang bercahaya tertutup.
dengan keadan lemas aku berusaha bangkit dari tempat tidur ini, hingga ku lihat jendela yang mengarahkan pada satu sudut kota, kota dimana aku tak pernah melihatnya. aku arah kan tubuh ini kesudut sisi lain, aku lihat foto anak kecil yang tersenyum gembira dengan pelukan kedua orangtuanya dan aku melihat di sekililing kamar yang di penuhi dengan barang-barang antik. aku mendengar seseorang yang menuju pintu kamarku dengan pelan aku berada di samping pintu, dengan sekejap mata ketika pintu terbuka dan orang tersebut masuk dengan alinya aku kunci tubuh orang itu hingga tidak bisa bergerak dengan satu gunting yang ku temukan di meja, aku hunuskan tajamnya gunting itu ke bagia leher...........to be continu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar